.

Tuesday, February 2, 2016

Itik Hibrida...Pilih Bulu Atau Indukan?


Itik Hibrida..Pilih Bulu Atau Indukan?
Oleh : Gandi Margono

Seringkali peternak itik petelur heran karena mendapatkan itiknya bertelur dengan kerabang warna putih, padahal sewaktu membeli bayahnya penjualnya menyebut bahwa ini bebek mojosari atau alabio. Lha kok telurnya putih? padahal harga jual telur putih lebih murah dari telur itik warna hijau..kok bisa?
Begitu juga dengan peternak itik pedaging sering sekali yang mengutarakan kekecewaannya akibat dod hibrida super yang mereka beli tidak menunjukkan performa super, malah kuntet bin kerdil padahal perawatan dan pakan yang mereka berikan sudah bagus. Akibatnya waktu panen molor dan peternak rugi di pakan dan waktu.Yups...2 kasus diatas adalah gara-gara hibrida..

Hibrida adalah hasil persilangan/perkawinan 2 atau lebih jenis itik yang berbeda. Jadi semua hasil persilangan dari 2 atau lebih jenis itik yang berbeda disebut hibrida. Lho bukankah itik lokal juga ada yang merupakan hasil perkawinan dari dua jenis itik berbeda? Mengapa tidak disebut itik hibrida? Karena itik tersebut telah diidentifikasi/dikenali bentuk dan sifatnya, dimurnikan serta diberi nama sehingga tidak lagi disebut itik hibrida.

Lalu kenapa bisa ada hibrida? Hibrida atau perkawinan silang dapat terjadi secara alami di alam atau karena hasil campur tangan manusia, apalagi dengan adanya sistem kawin suntik ( inseminasi buatan) yang menyebabkan ukuran tubuh bukan lagi masalah saat kawin silang. Tentunya manusia mengharapkan hasil kawin silang tersebut dapat diperoleh turunan (F1) yang memiliki sifat lebih unggul dari kedua induknya. Penjelasannya begini, misalkan kita punya itik jenis pertama yang memiliki sifat: badan besar, hasil karkas bagus tetapi produksi telur rendah ( misal peking). Lalu kita juga memiliki itik jenis kedua yang memiliki sifat : produksi telur tinggi, tetapi karkas kurang menarik dan bobot kecil ( misal mojosari).Nah dengan perkawinan silang kita bisa mengharapkan itik yang memiliki bobot besar, karkas bagus dan produksi telur tinggi.Inilah yang dimaksud dengan pemulian, dalam arti kita mengambil sifat yang mulia/baik dan menghilangkan sifat yang jelek.Kayak sandal masjid aja ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk..hehehe

Itik hibrida idealnya dihasilkan dari 2 indukkan yang memiliki darah murni ( pure blond) sehingga bibit yang dihasilkan dapat terjaga kualitasnya. Jadi kalau menyilangkan peking dan alabio ya kita harus dapat peking murni ( asli) dan alabio asli. Itik yang ada dipasaran sekarang sayangnya jarang yang memiliki darah murni karena sudah merupakan persilangan tanpa aturan ( belum ada perda yang mengatur cara kawin itik... hahaha) Jadi sangat wajar bila kita mendapatkan itik mojosari yang bertelur putih karena mojosari tersebut bukanlah mojosari darah murni karena juga memiliki darah campbell ataupun peking yang berasal dari kakek, nenek ataupun embah buyutnya.

Begitu pula dod hibrida super yang in dukan pejantannya bukan peking berdarah murni. Karena bergenetik heterozigot ( campuran) maka gen yang diturunkan bukan saja gen ayahnya tapi juga dari genetik yang membuat indukkan pejantannya. Belum lagi bila indukkan betina hibridanya tidak dihasilkan dari 2 indukkan berdarah murni...wes tambah ruwet hasilnya.

Lalu bagaimana cara kita mendapatkan indukkan berdarah murni atau minimal keturunan dari jenis yang sama?. Cara repotnya adalah kita murnikan dahulu darahnya dengan perkawinan sesamanya sampai 5 generasi..repot khan? Atau cara cepatnya ya hubungi dinas peternakkan terdekat atau belilah dod dari breeder terpecaya yang mengerti masalah genetika. Kalau anda membeli disembarang orang ya jangan marah kalau dod hibrida supernya ada yang kerdil....hehehe


Banyak jenis itik hibrida yang ada di indonesia diantaranya adalah :
1. Tiktok : itik jantan x entog betina
2. Tongki/Serati : entog jantan x itik
betina
3. Cili : itik peking x itik bali
4. PMp : itik peking jantan x betina
mojosari warna putih
5. EPMp : entog jantan x betina PMp
6. Master/Raja ( jantan ) : jantan mo-
josari x betina alabio
7. Master/Ratu ( betina) : jantan mo-
josari x betina alabio
8. Dll

Itik hibrida petelur terbaik dengan kerabang telur warna hijau sekarang adalah itik Ratu/Master/MA 2000 yang merupakan hasil persilangan jantan mojosari dan betina alabio dengan produktivitas mencapai 265 butir per tahun dengan masa produksi 10-12 bulan dengan rataan 70%. Bila persilangan ini dibalik dalam artian kita menggunakan jantan alabio dan betina mojosari maka hasilnya tidak menunjukkan keunggulan terhadap tetuanya karena keunggulan hibrida hasil persilangan tidak berlaku resiprokal dan ini terkait dengan adanya pengaruh genetis maternal dari induk betina. Begitu pula bila hasil turunannya bila dikawinkan sesamanya atau dengan tetuanya maka akan menghasilkan keturunan dengan produktivitas lebih rendah. Jadi jangan terbalik ya...

Itik hibrida pedaging saat ini belum ada yang melebihi kemampuan itik peking.Karena harga jual itik peking mahal dan ketersediaannya terbatas maka peternak mengakalinya dengan menyilangkan peking jantan dengan itik lokal ( hibrida) atau peking jantan dengan hibrida ( itik peking x itik lokal) . Kenapa digunakan itik peking sebagai pejantan? Karena indukkan pejantanlah yang mewarisi kecepatan pertumbuhan dan bobot tubuh itik hibrida super tersebut. Itik hibrida super mampu memiliki bobot 0,9-1.4 kg hanya dalam waktu sekitar 30 harian dengan perawatan yang optimal.

Lalu bagaimana cara kita memilih dod hibrida super apakah bisa kita kenali dari warna bulunya? Hasil penelitian universitas brawijaya malang menyatakan bahwa warna bulu tidak mempengaruhi kecepatan pertumbuhan. Jadi itik hibrida super warna putih, blontang ( campur ) bahkan coklat asalkan berasal dari indukkan yang sama memiliki kecepatan pertumbuhan yang sama.Hal ini karena gen pada bulu itik hibrida tidak berperan dalam mengatur pertambahan bobot badan.

Genetik yang mengatur pewarnaan bulu diatur oleh gen melanin yang mengatur pigmen ( warna) sedangkan pewarisan sifat kuantitatif ( bobot itik) diatur oleh gen yang bersifat kumulatif ( saling menambah), semakin banyak gen dominan pada sifat tertentu maka fenotif akan semakin tampak tinggi. Bobot badan itik juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti iklim, nutrisi pakan, kandang/peternakan, dan kesehatan itik. Jadi walaupun kita memiliki bibit super tapi perawatannya tidak optimal ya percuma...

Mudah-mudahan bahasan tentang itik hibrida ini dapat sedikit menjelaskan pengertian itik hibrida sehingga kita dapat memilih atau bahkan menghasilkan itik hibrida dengan kualitas super.

Salam wek wek

<()
  ( )
  (  2)
   ^^

Itik Hibrida...Pilih Bulu Atau Indukan? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: AgentX

0 komentar:

Post a Comment