.

Tuesday, February 2, 2016

Hijauan Untuk Itik


 

 

 

 

 

 

  


Hijauan Untuk Itik
Oleh : Gandi Margono

Itik perlu hijauan/sayuran? Jika pertanyaan ini ditujukan pada ahli nutrisi pabrik besar tentu sebagian besar akan menjawab tidak karena semua kebutuhan itik telah terpenuhi oleh konsentrat, vitamin dan mineral buatan pabrik. Jadi peternak tinggal mengatur jatah dan waktu pemberian pakan/minum maka selesailah urusan ransum itik.

Pemberian sayuran juga ditengarai menyebabkan penurunan bobot itik dari seharusnya ( tidak mencapai bobot maupun produktivitas yang diinginkan ) karena bila itik diberi hijauan maka jatah pakan perharinya akan berkurang akibat itik telah kenyang ransum "rendahan" tadi. Selain itu kandungan serat kasar yang tinggi pada hijauan akan membuat zat makanan yang mudah tercerna akan mudah keluar bersama kotoran sebelum dicerna itik. Belum lagi nilai hygenis dari hijauan yang kadang sangat rendah karena tercemar peptisida, mikroorganisme merugikan ( patogen ) dan kandungan zat anti nutrisi pada hijauan yang membuat masalah jika digunakan sebagai pakan itik.

Lalu sedemikian rendahkah nilai hijauan untuk pakan itik? Bagi kita pecinta pakan alternatif tentu saja jawabannya tidak. Karena hijauan merupakan pakan alternatif yang murah dan kaya manfaat. Apalagi untuk itik periode grower ( usia 1-5 bulan ) hijauan dapat mengirit pakan disaat itik belum menghasilkan telur. Terus apalagi guna hijauan? Yuk sama-sama kita bahas.

Sayuran hijau kaya akan pigmen karotinoid yaitu xanthopil ( kuning ) dan kerotin ( kuning jingga ) pada kloroplastnya. Apa sih xanthopil dan kerotin? Itu lho yang zat yang bisa membuat kuning telur itik menjadi cerah.

Walaupun pakan jadi/konsentrat telah mengandung vitamin tapi terkadang tidak dapat kita andalkan karena vitamin merupakan zat yang mudah rusak akibat penyimpanan, kelembaban, ph yang tidak sesuai dan interaksi dengan senyawa lain. Nah sebagai antisipasi dari kekurangan vitamin kita dapat mengandalkan hijauan sebagai sumber vitamin, karena hijauan kaya akan berbagai macam vitamin.

Mineral merupakan nutrisi yang sering dilupakan dalam ransum itik karena kebutuhannya sedikit dan biasanya baru terlihat bila gejala kekurangan mineral telah muncul, seperti itik lumpuh atau memakan telurnya sendiri. Pemberian hijauan merupakan sumber mineral murah meriah untuk itik.

Hijauan juga merupakan sumber serat bagi itik yang berguna untuk memacu pertumbuhan organ pencernaan dan mencegah penggumpalan ransum dalam lambung dan usus itik. Dan ternyata itik memiliki kemampuan menggunakan serat lebih baik dari ayam karena sekum/usus buntu itik berkembang lebih baik dari ayam!!!. Didalam usus buntu tersebut terdapat mikroba yang mampu mencerna serat kasar menjadi asam lemak selulotik untuk kebutuhan energi.

Banyak hijauan yang ternyata mengandung anti oksidant yakni suatu zat yang dapat menangkal radikal bebas/benda asing yang bila masuk kedalam tubuh dapat menyebabkan kerusakkan. Gampangnya anti oksidant merupakan perisai/tameng penyakit bagi itik. Yang lebih dasyat lagi beberapa hijauan juga merupakan anti jamur....anti virus ....dan anti bakteri!! Mantap tho?...

Lalu bagaimana cara menghindari bahaya peptisida, mikro organisme merugikan dan kandungan anti nutrisi pada hijauan? Gampang bro....peptisida dapat dihilangkan dari hijauan bila dicuci dengan air mengalir...masih kurang yaqin? Cuci lagi dengan sabun yang tidak berbahaya bagi itik ( food grade ) semisal pigeon liquid cleansing atau mama lemon...masih gak yaqin? Buang lapisan terluar dari hijauan tadi. Misal kol/kubis ya kulit terluarnya dibuang ok?. Lha terus anti nutrisinya bagaimana?...setelah dicuci beberapa hijauan perlu dilayukan sebelum diberikan pada itik atau direndam di air panas untuk beberapa waktu agar zat anti nutrisinya hilang. Pembatasan pemakaian jumlah hijauan juga merupakan salah satu cara untuk menghilangkan pengaruh anti nutrisi.

Terus bagaimana dengan masalah bobot atau produksi itik yang kurang maximal bila diberi hijauan? Benar terjadi bobot kurang atau produksi tidak baik bila kita memberikan ransum termasuk hijauan tadi tanpa memperhitungkan kebutuhan itik. Yang penting itik kenyang dan gak berisik..hehehe. Artinya pakan hijauan pun tetap harus dihitung sebagai salah satu komposisi pakan dengan memperhitungkan nutrisinya. Sebab kandungan energi metabolisme hijauan rata-rata rendah bila dibandingkan bahan lain, karena energi metabolisme rendah maka ransum berkurang nilai energinya yang berakibat pakan hanya cukup untuk hidup dan tidak ada yang disimpan untuk tubuh ( itik kurus ) apalagi untuk produksi telur ( produksi turun ). Jadi ya baiknya kita juga harus tahu nilai nutrisi hijauan yang akan kita berikan buat itik kita.

Berikut ini nilai energi metabolisme, protein dan serat kasar pada beberapa hijauan yang dapat digunakan sebagai pakan itik...dan sekali lagi perlu diingat bahwa mungkin saja terdapat nilai yang berbeda dari hijauan yang sama karena perbedaan jenis, asal, cara budidaya, lingkungan tumbuh, cara pemanenan, penyimpanan dsb.

Tepung azolla : EM = 1807, crude protein = 27, serat kasar = 9,1.
Tepung eceng gondok : EM = 1720, crude protein = 6,31, serat kasar = 26,61
Tepung singkong : EM = 1300, crude protein = 29 , serat kasar = 21,9
Tepung Lamtoro : EM = 1140, crude protein = 23,2 , serat kasar = 20,1
Tepung pepaya = EM = 1230, cp = 23,5 , sk = 11,3
Tepung turi : EM = 1230, cp = 31,7 sk = 22,4
Tepung gamal : EM = 1300, cp = 25,17, sk = 14
Tepung kangkung : EM 1200, cp = 25,28 sk = 60,09

Biar energinya rendah tapi proteinnya tinggi...mantep tho? Lha kok bentuknya tepung semua? Karena untuk dianalisa kadar protein dsb atau bahasa kerennya analisa proximat hijauan biasanya harus dalam bentuk halus/tepung.

Pemberian hijauan untuk itik diantara dilakukan dengan :

1. Pemberian langsung

Hijauan setelah dibersihkan dirajang dan dicampurkan pada ransum itik.
Keuntungan cara ini adalah kita mendapatkan hijauan yang asli dalam artian kadar protein, vitamin mineral dan zat-zat lain dalam kadar tinggi.
Kerugiannya zat yang tidak diinginkan semisal anti nutrisi juga masih tinggi.

2. Dengan fermentasi
Hijauan setelah dibersihkan dan dirajang dicampur dengan bahan pakan lain semisal dedak dan jagung dan dikukus sebentar kemudian didinginkan dan ditambahkan starter baik itu ragi tape, ragi tempe, em4, bakteri asam laktat kemudian disimpan dalam wadah kedap udara.

3. Dibuat tepung daun/ekstrak kering
Hijauan dicuci , ditiriskan, dan disimpan dalam suhu 30-32°c atau dijemur dipanas matahari. Setelah kering tinggal dihaluskan.selesai.

4. Diambil sarinya saja misal protein saja ( konsentrat protein daun ).
Secara mudahnya prosesnya adalah:
Hijauan dicuci kemudian dimasukkan kedalam air mendidih selama 3-10 menit ( blanshing) untuk inactive enzim dan mematikan mikroba patogen. Setelah itu dihancurkan ( blender ) untuk memecah dinding sel hijauan dan disaring menggunakan kain saring. Hasil saringan ( filtrat) dipanaskan pada suhu 80-90°c selama 15 menit agar terjadi koagulasi ( pembekuan ) protein. Hasil pemanasan didinginkan dan dimasukkan dalam wadah untuk kemudian di sentrifugasi ( diputar ) selama 30 menit dengan kecepatan 1000 rpm ( rotari per minute/putaran per menit). Endapan yang dihasilkan dipisahkan untuk kemudian dikeringkan dengan oven. Hasil pengovenan digiling kembali dan diayak, hasilnya berupa konsentrat protein daun yang bisa ditambahkan ke ransum yang memiliki kandungan protein rendah.

Kalau tidak mau repot ya pilih aplikasi yang nomor 1 saja yang penting kita dapat manfaat dari bahan pakan alternatif hijauan..ok?

 Salam wek wek

<()
  ( )
  (  2)
   ^^

Hijauan Untuk Itik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: AgentX

0 komentar:

Post a Comment