.

Tuesday, February 2, 2016

Seleksi Sederhana Itik Petelur


Seleksi Sederhana Itik Petelur
Oleh : Gandi Margono

Keberhasilan usaha peternakan itik tidak hanya bergantung pada pakan, air minum, kandang ataupun pemeliharaan kesehatan itik. Salah satu faktor yang cukup berperan penting adalah pengawasan/kontrol agar dapat dipastikan segala sesuatunya berjalan sesuai yang kita harapkan.Mengapa kita harus melakukan pengawasan padahal kita telah memberikan pakan, minum dan kandang yang baik untuk itik kita? Karena yang kita pelihara adalah makhluk hidup yang mudah terpengaruh oleh perubahan lingkungan semisal suhu, cuaca/musim, dan juga karena kita tidak dapat menduga kapan bibit penyakit akan menyerang itik kita.
Salah satu unsur pengawasan yang terpenting adalah seleksi. Dengan seleksi kita memilih individu itik yang layak dipertahankan dan mengelompokkan itik yang tidak lolos seleksi untuk diberikan perlakuan tambahan/treatment agar masuk kriteria atau bahkan kita buang/afkir.

Seleksi pada itik petelur dengan pemeliharaan dari DOD ( day old duck ) atau itik umur 1 hari paling sedikit kita lakukan sebanyak 3 kali seleksi yakni saat DOD, saat pullet/bayah siap telur dan 3 bulan setelah produksi.Dengan seleksi yang kita jalankan maka kita menjaga produktivitas itik kita tetap tinggi.Langsung aja ya kita bahas cara seleksi sederhananya agar semua dapat melakukannya.

A. Seleksi saat DOD
 Seleksi saat Dod untuk itik petelur hampir sama dengan pemilihan DOd itik pada umumnya yaitu kita memilih anak itik/meri dengan kualitas sbb :

1. Berat badan ideal 37-42 gram Berat Dod yang kurang dari bobot standar berarti berasal dari telur dengan ukuran yang kecil/induk muda atau itik mengalami dehidrasi/kekurangan cairan yang parah akibat lama dan jauhnya perjalanan sampai ketangan kita. Semakin lama dan jauh perjalanan berarti kesempatan untuk itik langsung makan dan menerima perlakuan sebagai bayi semakin lama, padahal semakin cepat itik makan setelah menetas dan perlakuan yang sesuai maka itik memiliki kemungkinan besar untuk hidup optimal.

2. Aktif dan lincah. Dod yang lesu, merunduk dengan sayap menggantung mengindikasikan adanya gangguan penyakit/kelaparan.

3. Kaki tidak memiliki kelainan fisik. Kaki pincang, lumpuh menyulitkan itik untuk mencari makan dan berkembang.

 4. Mata cerah dan membuka sempurna Mata yang keruh tidak bercahaya berpotensi menyebabkan itik buta.

5. Bulu kering dan halus Bulu basah berarti proses pengeringan dimesin tetas belum sempurna sedangkan bulu kasar seperti jarum diakibatkan karena induk kekurangan nutrisi. Bulu jarum akan terasa sakit bila tersentuh dan itik akan berlarian tanpa arah dan menabrak kawannya sehingga sering timbul kematian.

6.Dubur kering dan tidak ada kotoran yang menempel. Kotoran menempel pada dubur/anus itik menandakan serangan pullorum/berak kapur yang berakibat itik kesakitan saat membuang kotoran dan malas makan hingga akhirnya mati.

7. Pusar kering dan tertutup sempurna. Bila masih ada sisa kantung kuning telur/yolk sac dipusar Dod berarti itik terserang omphalistis yang merupakan pintu masuk bagi kuman dan bakteri sehingga peluang hidup itik kecil.

8. Pastikan Dod berkelamin betina. Pada pemeliharaan itik petelur konsumsi pejantan hanya menambah biaya pakan. Breeder nakal seringkali mencampur itik jantan dalam penjualan ataupun sebagai bonus pengiriman.Cara membedakan Dod jantan atau betina dapat dilihat di dokumen grup ini.

B. Seleksi pullet/bayah siap telur
Seleksi bayah siap telur dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sbb:

1. Usahakan itik bertelur pertama kali saat berumur kurang lebih 25 minggu. Itik yang bertelur terlalu awal terbukti tidak tahan lama, sedangkan itik yang mulai bertelur pada umur 25 minggu dapat terus berproduksi selama 3 periode.

2. Berat badan itik sesuai standar. Kelebihan berat badan mengakibatkan saluran pencernaan dan reproduksi banyak terdapat lemak dan calsium sehingga perkembangan saluran reproduksi terhambat dan seringkali menyebabkan prolapsus oviduct/anus dobol.Hal ini karena timbunan lemak dan calsium yang berlebih menurunkan kadar elastisitas saluran reproduksi sehingga saat pelepasan telur terjadi kontraksi sehingga tidak bisa masuk kembali. Untuk itik peking sering ditemukan kasus kelebihan berat badan sedangkan itik mojosari dan jenis indian runner sangat jarang ditemukan kelebihan berat badan. Berat badan yang kurang atau terlalu kecil akan berakibat telur yang dihasilkan juga kecil dan masa produksi itik lebih singkat, hal ini karena selain bertelur itik juga menambah berat badannya sedangkan asupan nutrisi yang diterima terbatas. Itik siap telur jenis mojosari memiliki bobot 1,2-1,4 kg, itik tegal/kalung 1,3 -1,5 kg dan itik peking 3,3-3,5 kg.

3. Kerangka tubuh itik terbentuk sempurna. Peran kerangka tubuh yang optimal sangat mendukung untuk menghasilkan telur yang berkualitas, hal ini karena komponen penyusun kerabang telur yaitu calsium salah satu sumbernya berasal dari kerangka tubuh itik. Normal tidaknya kerangka tubuh/frame size bisa kita ketahui dari panjang tulang kering/shank itik. Itik siap telur untuk jenis mojosari, tegal dan golongan indian runner lainnya memiliki tulang kering/shank berada dikisaran 7 cm, sedangkan itik peking lebih panjang lagi yakni dalam kisaran 7,4-7,8 cm.

4. Kloaka/dubur itik semakin lebar disertai adanya pelumas untuk mempermudah pengeluaran telur. Tulang pubis/sumpit udang itik pun semakin elastik dan berjarak hampir 3 jari.

5. Bulu badan itik telah tumbuh sempurna, sayap itik telah mengembang dan pecah atau pada bagian siku sayap tumbuh bulu dewasa.

6. .Bagian belakang tubuh itik membesar dan agak menonjol kebawah seperti pundi/kantung.

7. Catatan riwayat penyakit yang pernah diderita itik. Itik yang pernah menderita penyakit seperti berak kapur/pullorum dan ngorok/CRD sebaiknya tidak dijadikan indukkan karena akan menurunkan penyakit tersebut pada keturunannya/telur. Sebaliknya itik yang pernah kena flu burung dan Nd kemudian berhasil hidup normal akan menurunkan kekebalan terhadap penyakit tersebut.

C. Seleksi saat telah berproduksi
 Seleksi saat itik telah berproduksi dapat dilakukan pada saat usia 3 bulan dari saat bertelur ataupun sehabis itik mengalami rontok bulu. Dengan mengetahui itik mana yang produktif dan tidak kita dapat menghemat pakan dan melakukan tambal sulam hingga dapat diperoleh Duckday/jumlah produksi telur yang tinggi. Cara seleksinya dengan memperhatikan hal-hal sbb :

1. Cek saat sore hari itik mana yang memiliki bakal telur dengan cara meraba tubuh bagian bawah itik. Pembentukkan telur pada itik terjadi selama 24 jam jadi pada sore hari seharusnya sudah terbentuk bakal telur. 2. Raba pula perut itik bila terasa lembek dan elastis berarti itik produktif/bertelur tapi bila kaku dan tebal berarti bukan itik produktif.

3. Cek tulang pubis/sumpit udang itik bila elastis dan berjarak 3 jari atau lebih berarti itik produktif sedangkan bila kurang atau bahkan 2 jari berarti tidak produktif.

4. Itik tidak produktif biasanya bulunya masih bagus, mengkilat dan tidak kusam.

5. Itik yang sedang rontok bulu sayap merupakan itik tidak produktif.

6. Untuk itik peking bila warna paruh dan kaki itik masih kuning cerah maka itik tersebut tidak produktif karena pembentukkan kuning telur itik mengambil karoten/pigmen warna dari paruh dan kaki itik peking tersebut.

Demikianlah seleksi sederhana itik petelur semoga bermanfaat

Salam wek..wek.

<()
  ( )
  (  2)
   ^^

Seleksi Sederhana Itik Petelur Rating: 4.5 Diposkan Oleh: AgentX

0 komentar:

Post a Comment