.

Wednesday, February 10, 2016

Kisah Dalam Sepotong Ceker

Kisah Dalam Sepotong Ceker
Oleh : Gandi Margono
 .
Saat saya kecil saya si bungsu dalam sebuah keluarga besar yang seringkali merasa iri saat makan bersama keluarga karena hanya mendapat jatah ceker/kaki, kepala, atau swiwi/sayap ayam sedangkan "bagian yang enak-enak" merupakan jatah orang yang lebih tua atau orang tua kita. Anak diberi ceker agar pandai mengeker-ngeker ( mencari makanan dalam tanah seperti ayam ) dan pandai mencari uang sendiri. Pemberian kepala ayam untuk anak agar anak bisa menjadi pemimpin karena didalam kepala ayam ada otak, banyak makan otak berarti makin pandai dan bisa menjadi pemimpin. Sedangkan swiwi diberikan kepada anak agar bisa terbang/pergi kemanapun mencari uang dan menjadi pribadi yang mandiri dan mobile..Yo wes aku rapopo.

Ketika saya sudah memiliki penghasilan sendiri dan juga anak tibalah saatnya saya untuk "membalas dendam" dengan makan sepuasnya "bagian yang enak-enak" dari ayam..Tapi upps..ternyata pemerintah sedang membuat program perbaikan gizi melalui 4 sehat 5 sempurna. Nasi, sayuran, buah-buahan, daging ( terutama daging ayam), susu harus diberikan kepada balita dan anak agar menjadi generasi yang kuat dan cerdas tidak seperti generasi sebelumnya yang bermental tempe dan kenyang singkong sehingga katanya kalah bersaing dengan negara lain. Sebagai bapak yang baik hati dan berpenghasilan pas-pasan, walaupun dengan sedikit dongkol saya berikan nutrisi yang baik untuk anak saya termasuk daging ayam. Jadilah saya kembali menikmati kepala, swiwi dan ceker....

Sambil menyenangkan hati saya mulai mencari manfaat yang terkandung dalam ceker ayam agar bisa dijadikan alasan ketika bertemu kawan dan tengah menyantap ceker ayam dan ternyata :

Kandungan nutrisi ceker Ayam :
Berikut fakta gizi 1 ceker Ayam terhadap % dari nilai kebutuhan harian menurut USDA :
Kalori 73
Kalori dari Lemak 45
Total Lemak 4.96g 8%
Lemak Jenuh 1.333g 7%
Lemak tak jenuh ganda 1.013g
Lemak tak jenuh tunggal 1.87g
Kolesterol 29mg 10%
Sodium 23mg 1%
Kalium 11mg
Jumlah Karbohidrat 0.07g 0%
Serat 0g 0%
Gula 0g
Protein 6.6g
Vitamin A 0% Vitamin C 0%
Riboflavin 4%
Vitamin B12 3%
Zat besi 2%
Tembaga 2%
Fosfor 3%
Kalsium 3%

Wow..dasyat juga nutrisinya ya..
Pantas saja ceker ayam berkhasiat :

Mencegah darah tinggi
Senyawa substansi kolagen substansi dalam ceker ayam setara dengan
aktivitas antihipertensi pada kelompok ACE-inhibitor. Kolagen ini bisa
menurunkan kadar renin plasma, sehingga tidak membuat tekanan darah
menjadi lebih tinggi. Hal ini juga mengandung kalium, sehingga pasien
hipertensi bisa juga bagus jika mengkonsumsi cakar ayam.
Pada umumnya untuk membuat sup ceker ayam yang lezat akan banyak
membutuhkan garam. Khusus bagi penderita darah tinggi biasanya sensitif
sodium, sehingga tidak dianjurkan banyak menggunakan garam.

Meredakan arthritis
Bagi orang dengan arthritis dan nyeri sendi biasanya mengambil
suplemen glukosamin atau chondroitin. Tidak harus membeli suplemen untukmengatasi rasa nyeri sendi atau gejala rematik, karena kaki ayam yang dimasak menjadi sup ayam akan menghasilkan nutrisi ini ditemukan dalamtulang rawan yang sehat.

Kalsium
Ceker ayam mengandung kalsium dan beberapa mineral, sehingga
penderita rematik dianjurkan rutin makan sup ceker ayam. Kandungan
Hydroxyapatite dalam ceker ayam juga merupakan salah satu makanan yang baik untuk tulang. Oleh karena itu, mengkonsumsi cakar ayam bisa menjagatulang yang kuat, mencegah osteoporosis, dan menjaga elastisitas kulit.

Menjaga imunitas tubuh
Kandungan protein kolagen pada ceker ayam juga sangat baik bagi
pertumbuhan anak. Hal ini karena protein kolagen dalam ceker ayam
memiliki antigen imunogenik yang mampu menghasilkan antibodi.
(http://www.ninixnews.com/…/manfaat-dan-bahaya-makan-ceker-a…)

Hehehe...jadi pede nih kita walaupun makan ceker ayam...asyik..asyik gak perlu malu lagi walaupun tiap masak ayam cuma dapat jatah kepala, swiwi, ataupun ceker..Sambil senyum-senyum saya bersiap mematikan komputer tapi ..oalah.kuota warnet saya masih banyak yo wes cari-cari lagi deh tentang ceker ayam tapi kok ketemunya malah berita ini :

Seorang dokter Ginekolog di Tiongkok, yang pernah menangani pengobatanartis penyanyi Taiwan, Xia Yi, yang menderita penyakit serupa, mengatakan bahwa hal ini diakibarkan oleh banyaknya growth-hormone atau hormon pertumbuhan dan antibiotik pada bagian tersebut.

"Ayam-ayamyang dijual di pasaran dan dikonsumsi orang banyak sekarang adalah ayam-ayam peternakan modern. Bukan lagi ayam yang hidup di alam bebas atau diternak dengan cara tradisioal (ayam kampung). Ayam peternakan tumbuh dengan bantuan zat kimia," ujarnya seperti dikutip jeccr.com.

Zat-zat kimia ini selalu disuntikkan pada bagian kaki dan sayap ayam, dan "ekstraknya" menumpuk di sana.Maka semakin sering Anda mengkonsumsi ceker, maka zat tersebut akan berpindah ke tubuh Anda.Bagiperempuan, zat menjadi lebih reaktif karena akan menambah sekresi hormon, yang kemudian akan terakumulasi menjadi racun, yakni karsinogen.Selain kista coklat, penyakit lain yang potensial menjangkiti adalah Kanker Rahim, Kanker Cervix, dan Kanker Payudara.

Waduh kacau bro..Ini mana yang benar..? yang satu bilang banyak manfaat yang satu bilang berbahaya..Lha terus aku melu sopo??? Mau tanya Mbah Abu Isa ..kok ya gak online..mungkin lagi sibuk dengan pakan Pak Djonya...Tanya Master Betha Sutrisno sepertinya sedang bertapa atau malah pergi memancing ikan...ganggu nanti. Mau tanya mentor Faishal Affin Ghufron ora tegel...guru satu dikeroyok member hampir 30.000 orang bayangkan kalau semuanya dalam satu kelas...hahaha. Yo wes tanya sendiri jawab sendiri ya...wong tulisan saya sendiri ini..hehehe

Sambil merenung dan membaca komik Kho Ping Hoo..( mumpung imlek bro..) akhirnya dapatlah saya suatu kesimpulan yakni :

Inilah dinamika Ilmu Pengetahuan..Ilmu bersifat dinamis...suatu konsep bisa diyakini kebenarannya pada suatu masa namun belum tentu masih berlaku pada masa lainnya. Dulu orang yakin bumi adalah pusat tata surya...kemudian timbul paham bahwa mataharilah pusat tata surya..belakangan terbukti ternyata ada banyak matahari di tata surya kita...entah apa lagi nanti. Dulu ternak ayam harus diberi bawang/bahkan katak biar sehat..kemudian antibiotik...lalu berubah menjadi vaksinasi..kemudian berubah lagi dengan probiotik dan lainnya..entah apalagi nanti. Dulu dulu aku menderita..sekarang aku bahagia..hahaha

Tidak bisa kita keukuh berpegang pada suatu teori lama sementara teori baru yang juga terbukti kebenarannya secara empiris telah lahir dan membuktikan kelemahan teori/keilmuan yang lama. Teori yang baru ini pun nanti akan diuji oleh zaman apakah masih relevan digunakan atau tidak. Bekal akademik yang kita miliki selayaknya harus menjadikan kita semakin terbuka terhadap kemungkinan jalan lain/penemuan lain sehingga kita menjadi pribadi yang lebih terbuka dan up to date.

Lalu dari sekian banyak teori mana yang terbaik?..Lihat saja hasil akhir/praktek dilapangan mana ilmu yang memberikan solusi terbaik terhadap suatu permasalahan. Saat produsen AQua menjual air putih kemasan kepada publik berapa banyak cibiran dan sindiran yang diterima karena teoridan risetnya jelas : semua orang pasti memiliki air putih dirumahnya..lalu siapa yang mau beli? Fakta dilapangan membuktikan Aqua mampu menjual 485 juta liter air kemasan/tahunnya..

Walaupun begitu tidak semua teori yang terbaru mengalahkan teori lama karena bisa saja terjadi perbedaan kondisi ataupun obyek suatu masalah. Bisa saja satu ilmu cocok untuk si A namun tidak cocok untuk si B..tergantung kondisinya dan tentu saja Kuasa sang Khalik.

Saat nabi Musa sakit gigi untuk kedua kalinya dia mengambil rumput Hashishah sebagai obatnya tetapi tidak sembuh dan bertanya kepada Allah mengapa tidak sembuh. Maka berkata Allah SWT: “Wahai Musa, Aku adalah Tuhan yang menyembuhkan,dan Akulah yang memberi keelokan. Aku juga yang berkuasa memberi kemudaratan dan manfaat. Dulu pada awal kalinya, engkau telah mengharap padaKu dan Aku menghilangkan kesakitanmu. Tetapi kemudiannya engkau
mengharapkan kesembuhan dari Hashishah ini dan engkau tidak lagi
mengharap padaKu.”

Sebagai penutup izinkanlah saya untuk membagikan cerita yang mencerminkan kegunaan ilmu pengetahuan dan tentu saja berhubungan dengan ceker ayam :

Sore itu, seorang Isteri memasak makanan kesukaan sang suami. "Lihat Abi, aku memasak khusus kesukaan Abi." Piring itu dibukanya, ada sepasang ceker ayam yang terhidang untuk dirinya. Sang suami kemudian memakannya dengan lahap dan menghabiskan. Isterinya bertanya, "Abi, kenapa suka sekali makan ceker ayam? Padahal aku dan anak-anak paling tidak suka makan ceker ayam."
Suaminya menjawab, "Itulah sebabnya karena kalian tidak suka makan ceker maka abi suka makan ceker ayam supaya isteriku dan anak-anakku mendapatkan bagian yang terenak."

Yups...inilah hakikat ilmu digunakan agar bermanfaat bagi yang lain dan bukan kita gunakan untuk menunjukkan aku benar engkau salah karena tiada kebenaran yang mutlak dalam ilmu pengetahuan.

Salam wek wek

<()
  ( )
  (  2)
   ^^

Kisah Dalam Sepotong Ceker Rating: 4.5 Diposkan Oleh: AgentX

0 komentar:

Post a Comment